hijabpedia.id merupakan blog yang memberikan informasi menarik.

1.140 Warga Sunter Agung dan 55 Warga di Pondok Bambu Tertular Covid-19, PMI Disinfektan Permukiman

Penyebaran Covid 19 di wilayah Sunter Agung dan Pondok Bambu tuai sorotan. Berdasarkan data terbaru, kini sudah ada sedikitnya 1.140 warga Kelurahan Sunter Agung yang dinyatakan terpapar Covid 19. Sementara itu 55 warga di RW 10, Kelurahan Pondok Bambu, Kecamatan Duren Sawit juga tertular Covid 19

Palang Merah Indonesia (PMI) Jakarta Timur turun tangan melakukan penyemprotan disinfektan di permukiman warga RW 10, Kelurahan Pondok Bambu, Kecamatan Duren Sawit. Dirjen Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan Prof Abdul Kadir mengatakan, kasus Covid 19 melonjak sangat signifikan dari hari ke hari. Kadir menuturkan, kenaikan kasus harian patut diwaspadai dalam 2 3 minggu ke depan.

Kasus Covid 19 yang merebak di wilayah Kelurahan Sunter Agung, Tanjung Priok, Jakarta Utara, kembali meningkat. Berdasarkan data terbaru, kini sudah ada sedikitnya 1.140 warga Kelurahan Sunter Agung yang dinyatakan terpapar Covid 19. Dari data per 7 Februari 2022, jumlah warga terpapar Cocid 19 di Kelurahan Sunter Agung ada sebanyak 1.025 orang.

Jumlah itu meningkat 118 orang terpapar Covid 19 pada 9 Februari 2022. "Jadi, secara keseluruhan warga yang positif Covid 19 totalnya sekitar 1140," kata Lurah Sunter Agung Danang Widjanarka, Kamis (10/2/2022). Dari jumlah keseluruhan, menurut Danang permukiman yang paling banyak terdapat warga terpapar Covid 19 ada di RW 01 Sunter Agung.

Hal ini tak terlepas karena wilayah RW 01 merupakan permukiman paling padat penduduk di Kelurahan Sunter Agung. "Di RW 01 ini ada 24 RT, dan ada 10.000 warga tinggal di sini," kata Danang. Danang menerangkan, dari 1140 warga yang terpapar Covid 19, sekitar 600 lebih warga melakukan isolasi mandiri di rumah masing masing karena hanya terpapar tanpa gejala.

Meski begitu pihak Kelurahan pun terus melakukan antisipasi terkait lonjakan kasus Covid 19. "Respons pertama kalau ada warga yang terpapar dan isoman, pastikan mereka penuhi kebutuhan makannya dulu. Setelah terpenuhi makan, kemudian obat dari puskesmas juga harus dikirim. Kemudian, pasang stiker di rumah bila ada warga yang isoman atau terpapar Covid 19. Terus di tracing lagi dari rumah itu ada berapa orang yang belum PCR. Lalu, setelah itu akan berangsur sembuh," lanjut Danang. Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara menyebut kasus positif Covid 19 di Kecamatan Tanjung Priok sangat tinggi.

Hal ini diungkap Kasudin Kesehatan Jakarta Utara, Yudi Dimyati. Kasus Covid 19 terus meningkat seiring mencuatnya kabar 1.140 warga Sunter Agung, Tanjung Priok, Jakarta Utara yang terpapar Covid 19. "Jadi kita itungannya kan kecamatan, kalau kelurahan kan juga susah ya. Kalau kecamatan kan keliatan mana yang tinggi, memang Tanjung Priok ini termasuk yang tinggi, selain Kelapa Gading," jelasnya kepada awak media, Kamis (10/2/2022).

Sehingga kabar tersebut bisa saja benar terjadi bila merujuk pada data kumulatif kasus aktif Covid 19 di kecamatan. Pasalnya transmisi lokal kasus omicron dilaporkan tinggi ketimbang dari pelaku perjalanan luar negeri (PPLN). "Bukan hanya Sunter Agung ya, jadi itungannya itu kan se Tanjung Priok. Memang transmisi lokal sudah tinggi sekali. angka kasus kita juga, sehari itu positifnya 2.000. kalau 1.000 itu kan angka kumulatif yang positif, bukan hanya sehari langsung seribu. Tapi di Jakarta Utara penambahannya itu sehari bisa 2 ribu," lanjutnya anak buah Anies itu.

"Satu wilayah Jakarta Utara itu kita ada 14 ribu, dibagi 6 kecamatan. Kemungkinan bisa Sunter Agung seribu. Tanjung Priok itu sekitar 3.000 4.000 kasus sendiri," imbuhnya. Sebanyak 1.140 warga Sunter Agung, Tanjung Priok, Jakarta Utara dikabarkan terpapar Covid 19. Lurah Sunter Agung Danang Wijanarka mengatakan, informasi ini didapat dari data kumulatif kasus aktif Covid 19 yang dikeluarkan Dinas Kesehatan DKI Jakarta.

"Iya betul (ada 1.140 warga terpapar Covid 19), itu data Dinkes yang kami terima. Data di dibagikan ke Satgas kecamatan," ucapnya saat dikonfirmasi, Kamis (10/2/2022). Danang mengatakan, pihaknya kini tengah berupaya mendata ulang jumlah warganya yang terpapar Covid 19. Sebab, ada ketidaksesuaian data tersebut dengan kondisi di lapangan.

"Sekarang kami lagi kumpul sama RT RW, sama puskesmas setempat juga," ujar anak buah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ini. Ia mencontohkan, berdasarkan data dari Dinkes DKI ada 101 warga yang terpapar Covid 19 di RW 10. Namun setelah diverifikasi lagi ternyata hanya ada 60 orang yang terpapar penyakit yang disebabkan virus corona itu.

Kemudian, tercatat juga ada 76 warga di RW 07 yang terpapar Covid 19, tapi setelah ditelusuri, tim dari kelurahan hanya menemukan 20 kasus aktif. Danang menduga, ketidaksesuaian ini terjadi lantaran adanya warga yang masih ber KTP di Sunter Agung namun sudah tidak tinggal di wilayah itu. Pasalnya, data yang dikeluarkan Dinkes DKI masih merujuk pada alamat yang tertera di KTP warga.

"Jadi memang ada perbedaan data, kami lagi menunggu konfirmasi. Kalau ada kami awasi, kalau enggak ada ya mungkin ada yang numpak KTP," kata dia. "Tapi ini kalau dicek (jumlah kasus Covid 19) bisa drop enggak sampai 1.000, saya yakin," tambahnya menjelaskan. Namun, bila terbukti ada banyak temuan kasus positif di wilayah tersebut, maka pihak kelurahan akan langsung menerapkan micro lockdown.

"Aturannya kalau micro lockdown itu 5 rumah dalam satu RT yang akan dilockdown," tuturnya. Palang Merah Indonesia (PMI) Jakarta Timur melakukan penyemprotan disinfektan di permukiman warga RW 10, Kelurahan Pondok Bambu, Kecamatan Duren Sawit. Ketua RW 10 Kelurahan Pondok Bambu Sutirto Yahya mengatakan penyemprotan disinfektan tersebut dilakukan setelah 55 warganya terkonfirmasi Covid 19 berdasar hasil tes swab PCR.

“Pertama dari Damkar sudah dilakukan (penyemprotan disinfektan), tapi masih kurang optimal karena kan musim hujan. Jadi kami upayakan dari PMI," kata Sutirto di Jakarta Timur, Kamis (10/2/2022). Diharapkan penyemprotan disinfektan yang dilakukan secara berkala di jalan lingkungan hingga rumah warga ini dapat mencegah penularan Covid 19 di wilayah RW 10 meluas. Pasalnya penambahan kasus terkonfirmasi Covid 19 di permukiman warga RW 10 terbilang cepat, berawal pada bulan Januari 2022 saat lima warga dinyatakan terpapar.

“Menurut saya cepat karena bulan Januari cuman 5 orang, terus naik 19, 20, tambah lagi 16 sampai akhirnya jadi 55 sampai hari ini,” ujarnya. Lurah Pondok Bambu Asianti Yasmuarsih menuturkan 55 warga RW 10 yang terkonfirmasi Covid 19 tersebar di sejumlah RT dan mayoritas menjalani isolasi mandiri di rumah. Mereka menjalani isolasi mandiri di rumah dalam pemantauan ketat Satgas Covid 19 RW, Kelurahan, dan Kecamatan, dan Puskesmas karena tidak memiliki gejala buruk terpapar Covid 19.

"Sebagian besar isolasi mandiri di rumah masing masing. Kita juga berikan imbauan kepada warga setempat dengan pemasangan spanduk agar selalu menerapkan protokol kesehatan 5M,” tutur Asianti. Jumlah pasien Virus Corona (Covid 19) di Indonesia bertambah 40.618 orang, per Kamis (10/2/2022). Sehingga, hari ini total ada 4.667.554 kasus positif. Hal itu seperti dikutip Wartakotalive dari laman covid19.go.id.

Sementara, jumlah pasien sembuh bertambah 18.182 orang, sehingga total pasien sembuh ada 4.234.510 orang. Sedangkan pasien yang meninggal bertambah 74 orang, sehingga total ada 144.858 pasien Covid 19 yang meninggal. Dirjen Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan Prof Abdul Kadir mengatakan, kasus Covid 19 melonjak sangat signifikan dari hari ke hari.

Kadir menuturkan, kenaikan kasus harian patut diwaspadai dalam 2 3 minggu ke depan. "Kita akan melihat dua sampai tiga minggu ke depan kemungkinannya akan terjadi peak nya." "Karena itulah maka tentunya kita semua harus mewaspadai terjadi kemungkinan peningkatan jumlah kasus yang besar," ungkapnya dalam konferensi pers virtual, Kamis (10/2/2022).

Ia mengatakan, peningkatan kasus varian Omicron diprediksi tiga sampai lima kali lipat daripada kasus saat gelombang varian Delta tahun lalu. Meski demikian, masyarakat perlu mengetahui bahwa gejala gejala yang ditimbulkan oleh Omicron ini itu tidak seberat gejala varian Delta, cenderung ringan bahkan tanpa gejala. "Tentunya kita tetap harus berhati hati dan waspada meskipun gejalanya ringan, tapi itu bisa berbahaya pada orang orang yang berusia lanjut atau lansia."

"Termasuk juga orang orang yang kebetulan mempunyai penyakit penyerta atau komorbid."

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.